Seirei Gensouki Volume 16 Prologue: Reunion Bahasa Indonesia – Litenovel

Seirei Gensouki Volume 16 Prologue: Reunion Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi
Cover
Front Image1
Front Image2
Front Image3
Front Image4
Front Image5
Front Image6

Prologue: Reunion

Rio tiba di Kastil Galarc bersama Christina dan Flora. Dengan menggunakan posisinya sebagai Kesatria Kehormatan, dia melewati semua prosedur yang diperlukan dengan lancar dan diantar menghadap Raja Francois di sebuah ruang tamu, yang penggunaannya dikhususkan untuk para bangsawan.

Selain Rio, Christina, and Flora, orang-orang yang hadir di ruangan itu adalah Satsuki, Putri Kedua Charlotte, dan semua orang yang menghadiri wawancara pernikahan sebelumnya (Liselotte beserta kedua orang tuanya, Duke dan Duchess Cretia; Raja Francois; serta Duke Huguenot, Roanna, dan Hiroaki, para perwakilan dari pihak Restorasi).

Omong-omong, orang pertama yang berlari menghampiri setelah Rio membawa Christina dan Flora ke kastil adalah Roanna dan Duke Huguenot. Hiroaki tidak bergerak secepat mereka, kontras dengan mereka berdua, dan baru bergabung belakangan sebelum mereka semua berjalan menuju ruangan ini.

Begitu semua orang duduk, Raja Francois menoleh ke arah Rio dengan ekspresi yang hampir terlihat jengkel. “Kau benar-benar melebihi ekspektasiku, Haruto.”

Yang lainnya di ruangan itu memasang ekspresi serupa.

“Aku dengan tulus meminta maaf karena telah membuat keributan…” balas Rio dengan raut wajah malu.

“Itu sebuah pujian. Kau telah melampaui harapanku sedemikian rupa sehingga perasaan pertama yang muncul dalam diriku tentangmu adalah keheranan,” kata Francois sambil tersenyum ceria.

“Bukankah sudah kubilang sebelumnya? Aku yakin Sir Haruto akan segera menambah daftar jasa terhormatnya,” ucap Charlotte dengan bangga, rona kegembiraan merebak di seluruh wajahnya.

Francois terkekeh menanggapinya. “Aku sudah terkejut saat mendengar kabar kalian kembali dari kapal udara bersama Lady Miharu dengan cara terbang, tapi insiden ini telah melampaui hal itu. Bagaimanapun juga, ini adalah kabar luar biasa baik bagi Restorasi maupun Kerajaan Galarc bahwa Putri Christina dan Putri Flora masih hidup. Seharusnya aku memprioritaskan pujianku sebelum rasa terkejutku. Kerja bagus. Ini benar-benar pencapaian yang sangat besar.”

Sambil berterima kasih kepada Rio, Francois mengalihkan pandangannya ke arah Christina dan Flora yang duduk di sebelah kanan Rio, sebelum kemudian beralih menatap bagian ruang tamu yang ditempati oleh para perwakilan dari pihak Restorasi—Duke Huguenot, Roanna, dan Hiroaki—secara bergiliran.

“Pihak Restorasi juga sangat berterima kasih atas perbuatan Haruto.” Duke Huguenot menundukkan kepalanya dalam-dalam dan secara singkat mengungkapkan perasaan terima kasihnya yang mendalam. Ia pasti merasa benar-benar lega, hingga terdengar helaan napas yang jelas dari mulutnya.

“Aku sangat senang kalian selamat. Sungguh… sangat senang…” Roanna meneteskan air mata di sudut matanya saat menatap Christina dan Flora. Duduk di sampingnya adalah Hiroaki, yang mengucapkan selamat atas keselamatan kedua putri tersebut, meskipun dengan suara yang sedikit ketus.

“Baguslah kalau kalian masih hidup.”

Gadis yang paling sangat ia sukai baru saja menolaknya, jadi pikirannya sedang berada dalam kondisi yang rumit. Liselotte juga berada di dalam ruangan itu, tetapi Hiroaki tampak sengaja menjaga pandangannya agar tidak melihat ke arah wanita tersebut. Kendati demikian, fakta bahwa ia kembali ke ruangan ini berarti ia merasa penasaran atau khawatir tentang apa yang terjadi pada Christina dan Flora.

“Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan kami. Kami bisa kembali dengan selamat berkat Sir Haruto, seperti yang bisa kalian lihat,” jawab Flora kepada Hiroaki dan anggota Restorasi lainnya dengan ekspresi lembut.

Ketika nama Haruto disebut, Hiroaki mendengus dengan ekspresi kesal.

“Tolong ceritakan apa yang sebenarnya terjadi, dari awal sampai akhir. Bagaimana kalian berdua bisa menghilang sejak awal? Dan bagaimana Haruto bisa terlibat dalam semua ini?” tanya Francois, sambil menatap Rio dan kedua putri tersebut.

Christina bertukar pandang dengan Rio dan menghela napas panjang. “Berdasarkan apa yang kamu katakan, sepertinya pesan dari Rubia ternyata tidak sampai.”

Francois tampak bingung. “Apa…?”

“Aku akan menjelaskan semua yang terjadi pada Flora dan diriku. Ini akan menjadi cerita yang panjang, jadi mohon biarkan aku selesai berbicara sebelum mengajukan pertanyaan apa pun.”

Dengan pengantar tersebut, Christina mulai menjelaskan apa yang telah terjadi.

Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted