Seirei Gensouki Volume 10 Epilog: Kelahiran Kembali Teman Masa Kecil Bahasa Indonesia – Litenovel

Seirei Gensouki Volume 10 Epilog: Kelahiran Kembali Teman Masa Kecil Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi

Epilog: Kelahiran Kembali Teman Masa Kecil

Rio melingkarkan lengan kirinya di tubuh Miharu sementara tangan kanannya dengan mahir mengendalikan pedangnya, kembali dengan mulus ke kastil kerajaan Galarc.

“…Aku ingin tahu apa yang akan terjadi setelah ini,” tanya Rio kepada Miharu dengan ekspresi setengah pasrah saat mereka mendekati kastil. Bagaimana mereka harus menjelaskan situasinya kepada orang-orang dari kerajaan Galarc dan Centostella?

“Ya… aku juga ingin tahu apa yang akan terjadi.” Rasanya situasi ini akan menjadi semakin tidak terkendali. Miharu membayangkannya dengan senyum kaku.

“Mungkin tindakan ku yang memukul Takahisa tadi terlalu berlebihan.” Meskipun berkata demikian, Rio menyunggingkan senyuman tipis di wajahnya.

“Menurutku itu tidak apa-apa. Kekerasan terkadang memang diperlukan…” Kekerasan sepertinya bukanlah bidang keahliannya, karena Miharu mengangguk seolah-olah sedang meyakinkan dirinya sendiri.

“Aku akan memastikan kamu tidak akan pernah berada dalam situasi di mana kamu harus melakukan kekerasan, jadi jangan khawatir,” sela Rio seketika.

“Tapi kurasa setidaknya aku ingin bisa membela diri. Aku ingin belajar dengan benar. Daripada Haru-kun… Ah, umm. Daripada Haruto.” pinta Miharu dengan malu-malu, sambil mengamati reaksi Rio.

“…Aku tidak keberatan,” ujar Rio tiba-tiba.

“Eh?” Miharu terkesiap.

“Aku tidak keberatan jika kamu memanggilku Haru-kun sesekali. Aku yakin akan ada saatnya kamu ingin mengenang masa lalu.” Suara Rio sedikit malu-malu saat dia berbicara.

“Apakah itu karena kamu menganggapku sebagai teman masa kecilmu?” Dan apakah itu berarti dia akan menghadapi Miharu sebagai Amakawa Haruto? Miharu mendongakkan wajahnya tepat di dekat wajah Rio.

“Ahaha.” Rio tertawa, mencoba mengalihkan pertanyaan Miharu. Kalau dipikir-pikir, Miharu yang dikenal oleh Amakawa Haruto selalu mendekatkan wajahnya seperti ini ketika mengajukan pertanyaan, bahkan tanpa dia sadari.

“Menurutku caramu mencoba menertawakan pertanyaan adalah kebiasaan burukmu, Haru-kun,” Miharu sedikit merengut.

Rio mendongak menatap langit sebelum balas menatap tatapan jarak dekat Miharu. “Aku setidaknya bisa berjanji untuk melakukan yang terbaik demi memenuhi permintaanmu, mengingat kamu bilang ingin bersama di masa depan juga. Apakah itu sudah cukup untukmu?”

“…B-Baiklah. Kita bisa mulai dari sana…” Ketika Miharu melakukan kontak mata dari jarak dekat dengannya, dia menundukkan kepalanya karena malu. Tindakan seperti itu sangat mengingatkan pada gadis yang dikenal oleh Amakawa Haruto.

Perasaanmu tersampaikan dengan baik kepada Haruto. Usaha untuk meneruskan percakapanmu dengan Takahisa tidak sia-sia, suara Aishia bergeming.

“P-Percakapanku… dengan Takahisa…?” Miharu memiringkan kepalanya karena curiga sejenak. “K-Kamu mendengarkan?! Kamu mendengar percakapanku dengan Takahisa?!” Dia teringat apa yang telah dia katakan kepada Takahisa dan wajahnya langsung memerah.

“Ahaha.” Rio kembali tertawa untuk menutupi situasi tersebut. Miharu sekali lagi tanpa sadar mendekatkan wajahnya ke wajah Rio.

“Jawab aku!”

“Ngomong-ngomong, bukankah kamu sedang membicarakan berbagai hal dengan Aishia sebelum aku menyebutkan nama keluarga Amakawa?” Rio tiba-tiba teringat.

“Eh?! I-Itu tidak… benar…” Mata Miharu jelas-jelas berbinar gelisah.

“Yah, aku akan menanyakan detailnya kepada Aishia nanti. Kita anggap itu impas.”

“Sama sekali tidak impas!” Aku kan pada dasarnya baru saja menyatakan cinta kepadanya! Tidak, tapi aku tidak mengatakannya di depannya, jadi mungkin itu tidak dihitung? Miharu mencoba meyakinkan dirinya sendiri sementara wajahnya merona merah.

“Kalau begitu maafkan aku, Mii-chan.” Rio tersenyum malu-malu sebelum mengucapkan nama panggilan Miharu dengan nada menggoda.

insert10
Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted