Futago matomete “kanojo” ni shinai? Volume 3 Twin Talk──! ② Bahasa Indonesia – Litenovel

Futago matomete “kanojo” ni shinai? Volume 3 Twin Talk──! ② Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi

Twin Talk──! ②

Tamu Itu Adalah Teman Masa Kecilnya…?

“──Hei, bisa aku bicara dengan kalian berdua sebentar?”

Saat itu adalah waktu istirahat. Yuzuki mendekati si kembar yang sedang membuat istana pasir di pantai.

Sakuto baru saja pergi ke toilet, jadi Hikari bergumam pelan, “Begitu ya.”

“Apakah ini tentang Sakuto?”

Yuzuki terperanjat dan terbata-bata, “Ehm…”

“Yah, benar, tapi ini juga tentang kamu, Hikari-chan dan Chikage-chan…”

“Kami? Ada apa?”

“Yah… siapa di antara kalian yang merupakan pacar Sakuto?”

Hikari dan Chikage saling berpandangan lalu terkekeh.

“Sebaliknya, menurutmu siapa yang merupakan pacarnya?”

“Aku bertanya karena aku tidak tahu. Sakuto tidak mau memberitahuku, dia bilang itu adalah sebuah rahasia…”

“Kenapa kamu sangat penasaran tentang hal itu?”

“Ehm… begini, Sakuto adalah… teman masa kecilku…”

Yuzuki mengalihkan pandangannya dari si kembar seolah ingin menyembunyikan kegugupannya, meskipun dia tahu kalau itu bukanlah alasan yang cukup bagus.

Sejak Festival Hydrangea, Yuzuki merasa saudari Usami agak sulit untuk dihadapi.

Chikage memiliki kepribadian yang kuat dan bisa menjadi menakutkan saat marah. Dia bahkan menghadapi anak laki-laki seperti Matsukaze Shun dengan pendapat yang sengit. Dia cantik, tapi seseorang yang suasana hatinya tidak ingin kau merusak.

Hikari menyembunyikan perasaannya di balik senyuman, namun dia memiliki pikiran tajam yang dapat menunjukkan berbagai hal, yang membuatnya sedikit mengintimidasi.

Di antara keduanya, Hikari adalah sosok yang lebih sulit dihadapi oleh Yuzuki. Bahkan sekarang, sebelum dia sempat bertanya, Hikari sudah menebak bahwa ini tentang Sakuto, membuat Yuzuki merasa seolah-olah isi pikirannya telah dibaca.

Yuzuki mengerti bahwa kedua saudari itu sangat tangguh saat marah.

Namun, dia juga menganggap mereka sebagai orang yang benar-benar baik.

Dibandingkan dengan sikap Sakuto hingga masa SMP, cara tenang yang dia tunjukkan sekarang pastinya dipengaruhi oleh mereka berdua.

Mereka cantik, modis, pintar, dan atletis—kualitas yang dimiliki oleh si kembar yang dirasa tidak dimiliki oleh Yuzuki.

Dia mengakui pada dirinya sendiri bahwa mereka berada di luar jangkauannya.

Jika Sakuto berubah karena bertemu dengan mereka, Yuzuki ingin tahu bagaimana cara mereka berhasil mengubahnya sedemikian rupa.

Rasa penasaran itu menggerogoti hatinya.

Dia juga ingin tahu yang mana di antara mereka berdua yang menjadi pacarnya.

Alasan di balik hal itu tidak sepenuhnya jelas bagi Yuzuki, tapi tetap saja──

Kemudian, Hikari mengangkat tangannya.

“Sebenarnya, aku pacarnya Sakuto lho〜”

“Ah, curang! Itu tidak benar! Aku pacarnya!”

Chikage juga mengangkat tangannya seolah ingin menegaskan posisinya.

“Um, jadi… siapa sebenarnya yang pacarnya?”

“Aku!” “Bukan, itu aku!”

Yuzuki menghela napas panjang.

Apakah dia sedang dipermainkan bukan hanya oleh Sakuto, melainkan oleh si kembar ini juga?

“…Baiklah, bagaimana kalau begini? Aku akan memberitahumu ‘sebuah rahasia tertentu’ tentang Sakuto jika kalian memberitahuku siapa di antara kalian yang berkencan dengannya?”

“Rahasia tentang Sakuto? Apa itu?”

“Rahasia seperti apa? Aku jadi penasaran.”

Kedua saudari kembar itu menunjukkan ketertarikan.

“Ini adalah sesuatu yang memalukan bagi Sakuto, semacam kelemahan.”

“Apa itu!?”

“Aku sangat tertarik!”

“Jadi, siapa pacarnya? Angkat tangan kalian dengan jujur.”

“Aku, aku!” “Ini aku! Aku!”

Ini sudah tidak tertolong──Yuzuki menghela napas lagi.

Namun, melalui percakapan ini, dia menyadari satu hal dan tersenyum tipis.

“…Jadi, kalian berdua menyukai Sakuto?”

Hikari dan Chikage saling berpandangan, pipi mereka merona,

“Iya!” “Iya!”

Mereka mengarahkan senyuman polos mereka kepada Yuzuki.

Yuzuki menjadi semakin tidak yakin tentang siapa pacar Sakuto, tetapi hal itu entah bagaimana terasa menjadi tidak terlalu penting saat dia memerhatikan senyuman si kembar.

Semua itu berkat kedua anak inilah Sakuto berubah menjadi lebih baik──pemikiran itu membuat suasana hati Yuzuki menjadi lebih ringan.

Meskipun begitu──

Apakah itu sebuah kebohongan ketika Sakuto bilang dia punya pacar?

Tidak, sejauh yang Yuzuki tahu, Sakuto bukan tipe orang yang suka berbohong, setidaknya tidak kepadanya──ah, semuanya jadi terlalu membingungkan.

Tapi ada satu hal yang benar-benar mengganggunya sekarang.

Yuzuki menunjuk ke arah kastil yang telah dibangun oleh si kembar.

“Um, itu… bukankah itu terlalu berlebihan untuk ukuran sebuah kastil?”

” “Eh?” “

Si kembar tampak bingung mendengar frasa asing “terlalu berlebihan untuk ukuran sebuah kastil,” tetapi di hadapan mereka terdapat kastil pasir yang mengesankan dengan tinggi sekitar satu meter, dengan perhatian penuh pada detail.

Kastil itu tampak seperti sebuah model, terlalu bagus buatannya untuk ukuran yang terbuat dari pasir.

Lalu Sakuto kembali.

“──Ah. Bukankah itu Kastil Neuschwanstein? Yang ada di Jerman itu?”

“Wah, Sakuto, kamu tahu? Kastil itu disebut-sebut sebagai kastil terindah di dunia♪”

“Sakuto-kun, ayo kita tinggal di sini bersama-sama di masa depan!”

“Tidak, itu sepertinya tidak mungkin? Uang jaminan dan uang muka sewanya sepertinya mahal──Tetap saja, sungguh luar biasa bagaimana kalian berhasil mereplikasi detail-detail kecilnya juga. Aku harus mengambil fotonya.”

Yuzuki ingin menyela tentang banyak hal, tetapi dia merasa bingung harus mulai dari mana menghadapi kepekaan ketiga orang ini yang berada di luar batas kewajaran.

Namun, setelah mengambil foto itu──

“Yuzuki-san, bisa aku ajak bicara sebentar?”

Yuzuki didekati secara diam-diam oleh Chikage.

“Bisakah kamu menceritakan tentang Sakuto-kun di masa lalu?”

“Kenapa?”

“Aku hanya ingin tahu lebih banyak tentang Sakuto-kun… Bolehkan?”

Chikage bertanya dengan ragu-ragu, namun dengan tekad yang canggung.

(Gadis ini… Jangan-jangan dia ingin melangkahi Hikari-chan…?)

Dia tadinya mengira Chikage adalah orang yang menakutkan.

Tapi sekarang, yang kulihat hanyalah seorang gadis manis yang dipenuhi oleh rasa tidak aman tentang cinta.

Yuzuki, yang merasa berempati pada Chikage yang pemalu, menceritakan sedikit saja tentang masa lalu Sakuto.

Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted