Shinwa Densetsu no Eiyuu no Isekaitan Volume 12 Prolog Bahasa Indonesia – Litenovel

Shinwa Densetsu no Eiyuu no Isekaitan Volume 12 Prolog Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi
Cover
Back Image1
Back Image2
Bonus Image1
Bonus Image2
Map
characters
tocimg

Prolog

Anak laki-laki itu tidak akan lagi meratapi nasibnya. Mulai hari itu, dia akan berdiri teguh, tidak peduli kekejaman apa pun yang ditimpakan takdir kepadanya atau cemoohan apa pun yang diterimanya. Apakah itu membuatnya lebih kuat atau lebih lemah, bahkan dia sendiri tidak tahu. Dia tidak punya waktu untuk memikirkan jawabannya. Setiap detik yang dihabiskan untuk memikirkannya berarti satu keajaiban lagi yang tidak terwujud, satubutir kebahagiaan lagi yang lolos dari jemarinya dan berserakan di hadapannya dibawa angin.

Untuk tujuan itu, dia melepaskan harapan.

Jika harapan dan doa tidak dapat menolongnya, dia akan membuang idealismenya dan menatap kenyataan tepat di mata. Langit tidak memberikan keselamatan. Hanya ada satu jalan: menyelimuti hatinya dengan kekejaman dan mewujudkan keajaiban yang dicarinya dengan tangannya sendiri. Menerima belas kasihan adalah kemalasan. Menjadi bergantung adalah kematian. Dia akan menggenggam apa yang dibutuhkannya dan mengambilnya untuk dirinya sendiri dengan kekuatan tangan. Mereka yang kalah kehilangan segalanya. Pemenang mengambil semuanya. Hal itu, kini dia ketahui, adalah aturan dunia ini.

Maka dia mencari kekuatan. Dia merangkak dengan perutnya melalui lumpur, menanggung malu dan kehinaan, mengejar realisme yang akan mewujudkan visinya. Dia berjuang melalui kubangan mimpinya sendiri, ditopang oleh bayang-bayang cita-cita rekan-rekannya yang cemerlang. Dan akhirnya, dia menemukannya: sebuah kegelapan yang lebih pekat daripada tengah malam, sebuah bayangan yang lebih cemerlang daripada fajar.

“Akhirnya… aku akan menemukan apa yang kucari selama ini…”

Menyipitkan matanya menahan silau cahaya, anak laki-laki itu berjalan di atas jalan yang tak terlihat. Tidak lama lagi, dia tahu. Sebentar lagi, dia akan mendapatkan semua yang diinginkannya.

“Kamu tidak akan menemukan apa pun,” jawab sebuah suara.

Kata-kata itu meluncur begitu saja dari telinga anak laki-laki itu bagaikan air. “Itu ada di sana. Aku tahu itu. Dunia yang kuinginkan…”

Suara itu mendesah kecewa. Ketika ia berbicara lagi, ia mengucapkan kata-kata yang akan diingat oleh anak laki-laki itu sampai akhir hayatnya.

“Katakan padaku,” ujarnya. “Apa yang kamu ketahui tentang keputusasaan?”

Dan dunia impiannya berubah menjadi gelap gulita.

Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted