Shibou Endo o Kaihi shita Gyaruge no Hirointachi ga Ore no 【Nikkichou】 o Yonde Himitsu o Shittarashii Volume 1 Kisah Ekstra: Buku Harian Setelahnya Bahasa Indonesia – Litenovel

Shibou Endo o Kaihi shita Gyaruge no Hirointachi ga Ore no 【Nikkichou】 o Yonde Himitsu o Shittarashii Volume 1 Kisah Ekstra: Buku Harian Setelahnya Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi

Kisah Ekstra: Buku Harian Setelahnya

“Aku sangat senang itu ada di sana!”

Satsuki dan aku pergi ke kantor polisi di depan stasiun kereta, tempat Satsuki akhirnya menemukan tasnya yang hilang. Dia memeluknya erat-erat, seolah-olah dia baru saja mendapatkan kembali sebuah harta karun. Dia memeriksa bagian dalamnya untuk memastikan ponsel, dompet, dan barang-barang kecil lainnya semuanya ada di sana, sebelum mengembuskan napas lega.

“Kamu benar-benar harus mulai lebih berhati-hati.”

“Tidak apa-apa, tidak apa-apa!”

Ujarnya, sama sekali tidak menunjukkan rasa penyesalan sedikit pun. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas mendengarnya.

“L-lupakan soal itu. Bagaimana kalau kita pergi berkencan saja, untuk merayakan aku menemukan tasku.”

Sarannya membuatku terdiam sejenak. Biasanya, aku akan mengabulkan permintaannya, tetapi tidak untuk hari ini. Mengingat apa yang terjadi setelah kami pergi berkencan secara diam-diam kemarin, aku terkejut dia bahkan mengemukakan ide tersebut.

“Kamu tidak mau…?”

Satsuki menatapku dengan mata yang berkaca-kaca. Dia menggoyangkan bahunya seperti hewan kecil sambil menggunakan suara yang menggelitik hatiku. Satsuki jelas tahu bahwa dia melakukan ini hanya untuk menutupi kecerobohannya sambil memanfaatkan kesempatan langka yang kita miliki untuk berduaan saja. Semuanya diperhitungkan dengan begitu tepat.

“…Bersiaplah saja untuk interogasi saat kita sampai di rumah nanti.”

“Baiklah!”

Satsuki melingkarkan tangannya di lenganku sambil berteriak kegirangan. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menghela napas—separuh karena jengkel dan separuh karena gemas—melihat betapa cepatnya dia bermanja-manja padaku seperti seekor kucing. Kami berjalan menuju stasiun terdekat, sambil mempersiapkan diriku secara mental untuk apa yang akan terjadi pada akhir kencan nanti—

“Ah, maaf. Beri aku waktu sebentar.”

“Hmm?”

Satsuki tiba-tiba melepaskan pegangannya dariku. Dia berlari kecil menuju tempat sampah di depan stasiun, mengaduk-ngaduk tasnya, dan berhenti sejenak. Dia kemudian akhirnya mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya dan membuangnya ke dalam tempat sampah. Tidak ada keraguan dalam gerakannya saat dia terus menyembunyikan tangannya dari pandangan sepanjang waktu itu. Setelah selesai, dia berlari kembali kepadaku dengan senyum lebar di wajahnya, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

“Ayo kita berangkat!”

“Tunggu, kamu tidak perlu menarikku!”

◇

Aku mengeluarkan sebuah buku harian dari dalam atasku. Aku tidak lagi ragu-ragu. Sambil menggenggam sebuah pena, aku menahan tangan gemetarku agar tidak merobeknya saat aku menggoreskan kata-kata itu di atas halaman tersebut.

—Aku sangat senang kita telah membunuhnya.

Buku harian itu tenggelam ke dasar tempat sampah. Sampulnya yang compang-camping, dengan berbagai goresan di sekujur tubuhnya, membawa jejak dari perjalanan panjangnya. Dan di atas huruf-huruf yang tersusun rapi itu, terdapat kata-kata yang seolah merobek segala sesuatu di dalamnya.

Tidak ada hari esok untukmu.

 

Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted