Seirei Gensouki Volume 5 Epilog: Wanita Bergaun Biru Laut Bahasa Indonesia
Epilog: Wanita Bergaun Biru Laut
Malam itu, di sebuah kamar di gedung tamu dalam kompleks istana kerajaan Beltrum, putri bangsawan dari penguasa besar Kerajaan Galarc, Duke Cretia, yaitu Liselotte, sedang makan malam sendirian.
“Pembicaraan bisnis yang tadinya direncanakan telah ditunda, jadi sepertinya kepulangan kita ke Amande akan tertunda,” gumam Liselotte dengan lesu.
Dia telah diundang ke pernikahan Celia sebagai seorang bangsawan dan saudagar besar dari Kerajaan Galarc, tetapi dengan ditangguhkannya upacara tersebut, dia terpaksa tinggal di rumah tamu hingga sekarang. Karena Kerajaan Beltrum sedang gempar akibat penculikan Celia, dia dilarang melangkah keluar dengan dalih perlindungan.
“Kita akan bisa meninggalkan rumah tamu ini dalam beberapa hari ke depan, tetapi dengan situasi yang seperti ini, kumohon lupakan pekerjaanmu dan izinkan dirimu meluangkan waktu untuk bersantai,” kata Aria, pelayan yang berdiri di samping Liselotte.
“Kau berkata begitu, tapi sebenarnya tidak ada hal yang bisa dilakukan. Runtuhnya keluarga Arbor saat ini cukup menarik bagi Kerajaan Galarc… Atau lebih tepatnya, sesuatu yang patut disyukuri. Kau berpikir hal yang sama, bukan?” ucap Liselotte sambil terkekeh.
“Melihatnya memang sungguh melegakan. Meskipun, aku khawatir pada Celia.” Bahkan Aria yang biasanya tidak beremosi menunjukkan sedikit keraguan dalam nadanya.
“…Menurutmu siapa pelakunya?” tanya Liselotte tiba-tiba.
“Mempertimbangkan berbagai pilihan, saya yakin sangat besar kemungkinan pelakunya adalah salah satu kekuatan oposisi dari faksi Duke Arbor.”
“Jika itu masalahnya, maka kurasa dia tidak akan diperlakukan dengan buruk, karena masih ada nilai dalam memanfaatkannya… Tapi jumlah orang yang bisa membuat kekacauan seperti itu cukup terbatas, bukan? Apakah kau mampu melakukan hal seperti ini?”
“Itu mungkin saja bagiku jika aku memiliki pedang sihir kuat yang diresapi dengan peningkatan kemampuan fisik seperti artefak kuno… Tapi sejujurnya, itu akan menjadi perjuangan yang berat. Akan ada kemungkinan gagal yang tinggi,” jelas Aria.
“Bahkan seseorang yang terampil sepertimu pun akan ragu menghadapi risiko itu?”
“Jika aku merencanakan penyergapan, seharusnya mudah untuk mendapatkan keuntungan dan mencapai kereta kuda. Masalahnya adalah bagaimana cara membawa Celia dan melarikan diri dengan sukses. Lain cerita jika lawannya hanya memiliki pasukan darat, tetapi ketika para pengejar dapat menutupi langit, itu akan sangat merepotkan,” ucap Aria, memberikan jawaban yang tertib atas pertanyaan tersebut.
“Begitu ya.” Liselotte mengangguk, menghela napas sambil berpikir.
Semua kerajaan bertindak sangat mencurigakan akhir-akhir ini. Aku tidak tahu apakah ini ada hubungannya dengan insiden kali ini, tapi Kekaisaran Proxia khususnya tidak bisa diabaikan. Rasanya mereka sedang merencanakan sesuatu yang besar. Sementara Liselotte memikirkan hal-hal tersebut, Aria berdiri dengan tenang di sampingnya, menunggu majikannya berbicara.
“Yah, seperti yang kau katakan… mari kita nikmati istirahat singkat ini dan bersantai. Beritahu mereka yang menemani kita ke sini bahwa mereka juga harus beristirahat sesekali. Segala sesuatunya akan menjadi sibuk begitu kita kembali ke Amande,” kata Liselotte, sambil mengangkat bahunya sedikit.
“Dimengerti.” Aria mengangguk dengan hormat.
Kerajaan Galarc harus bekerja lebih keras. Pahlawan yang dipanggil di kastil, Satsuki Sumeragi, akan segera diumumkan juga, pikir Liselotte sambil kembali menyeruput supnya yang mulai sedikit mendingin.
Komentar