Seirei Gensouki Volume 24 Cerita Pendek Bonus Bahasa Indonesia
Cerita Pendek Bonus
Pesta Piyama Bersama Tiga Reinkarnator
Sebelum Rio menjadi seorang yang transenden, saat dia masih tinggal di kediaman Kastil Galarc, Liselotte berkunjung ke kediaman itu untuk menginap. Malam itu, Rio sedang membaca sendirian di kamarnya ketika seseorang mengetuk pintu.
“Ya?”
“Ini aku!” balas suara Latifa dari balik pintu.
“Silakan masuk,” ucap Rio dengan senyuman lembut, menutup bukunya dan meletakkannya di atas meja. Pintu terbuka dan Latifa masuk mengenakan baju tidurnya.
“M-Mohon permisi.”
Liselotte bersamanya. Seperti Latifa, dia juga mengenakan baju tidur. Ada rona merah pemalu di wajahnya, kemungkinan besar karena dia merasa malu dilihat Rio dalam keadaan seperti itu.
“Liselotte?” kata Rio, sedikit terkejut.
“Maaf mengganggumu di jam larut seperti ini.” Liselotte mencubit ujung gaunnya dan menunduk karena malu.
“Tidak, Latifa lah yang membawamu ke mari… Akulah yang seharusnya berterima kasih karena telah memperlakukan adikku dengan begitu baik,” ucap Rio sambil tersenyum. “Silakan, duduklah di atas ranjang.” Tidak ada kursi lain yang bisa mereka duduki, jadi dia mempersilakan mereka untuk duduk di atas ranjangnya.
“Baik!”
“Jika kamu tidak keberatan…”
Latifa langsung merasa santai sementara Liselotte duduk dengan ragu-ragu di tepi ranjang. Ini sebenarnya pertama kalinya dia mengunjungi kamar tidur seorang pria, jadi wajar saja jika dia merasa gugup.
Ini adalah tempat tidur tempat Haruto biasanya tidur…
Begitu duduk, Liselotte dengan lembut menyapukan tangannya ke atas selimut. Dia merasa canggung menyadari situasi itu dan semakin merona merah.
“Heh heh heh! Di sinilah tempat dia biasanya tidur! Hiyah!” Untuk meredakan ketegangan Liselotte, Latifa menerjangnya hingga berbaring di atas ranjang.
“H-Hei, Latifa!” teriak Liselotte, wajahnya memerah.
“Heh heh. Bukankah ranjangnya empuk? Sangat cocok untuk berguling-guling! Dan dipeluk!” Latifa berguling-guling di atas ranjang sambil memeluk Liselotte. Gerakan itu membuat gaunnya bergeser dengan cukup mengkhawatirkan.
“Tenanglah, Latifa. Jangan membuat masalah untuk Liselotte.” Rio dengan canggung mengalihkan pandangannya dan menegurnya.
“Baik!” Latifa dengan patuh berhenti bergerak, tetapi dia tetap berada di atas ranjang dengan melingkarkan tangannya di tubuh Liselotte.
“Maafkan atas semua ini, Liselotte.”
“T-Tidak, aku yang minta maaf karena membuat seprai milikmu berantakan. Serta karena berbaring di atas ranjangmu tanpa izin…”
“Jangan khawatir. Aku sudah terbiasa. Tempat ini tidak seberapa, tapi buatlah dirimu nyaman.” Rio mengeluarkan minuman dari Ruang-Waktu Penyimpanan dan meletakkannya di atas meja.
“Terima kasih banyak.”
“Aku membawa Liselotte ke sini agar kita bisa mengobrol sebelum tidur! Ayo kita ngobrol bersama!” Latifa akhirnya melepaskan Liselotte dan duduk kembali untuk menjelaskan alasan mereka berada di sana. Liselotte duduk kembali di sampingnya.
“Begitu ya. Apa yang ingin kalian obrolkan?” Rio duduk di kursinya dan menghadap ke arah mereka berdua.
“Karena sekarang hanya ada kita bertiga, mari kita bicara tentang kehidupan kita sebelum kita berinkarnasi! Itulah kenapa aku membawa Liselotte kesini!” usul Latifa, matanya berbinar-binar penuh semangat.
“Kehidupan kita sebelumnya… Baiklah.” Rio sekilas memasang tatapan kosong di matanya, tetapi dengan cepat tersenyum dan mengangguk.
“Yay!”
Maka, malam itu mereka bertiga membahas kehidupan masa lalu mereka.
Komentar