Seirei Gensouki Volume 13 Cerita Pendek Bonus Bahasa Indonesia – Litenovel

Seirei Gensouki Volume 13 Cerita Pendek Bonus Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi

Cerita Pendek Bonus

Masakan Buatan Rumah Profesor

Suatu hari sebelum perjamuan di Kerajaan Galarc, di meja makan rumah batu…

“B… Bagaimana?” tanya Celia, memperhatikan ekspresi Rio saat dia duduk di seberangnya. Di hadapannya terdapat piring berisi omurice yang disiram saus demi-glace, yang suapan pertamanya baru saja ia makan.

“Ini sangat lezat.”

“B-Benarkah?!”

“Ya. Nasi ayamnya sangat pas dipadukan dengan kekuatan sausnya, dan telur setengah matangnya sempurna. Rasanya bahkan menjadi jauh lebih enak karena tahu kalau Profesor sendiri yang memasaknya.”

“K-Kau benar-benar berpikir begitu?”

“Ya,” jawab Rio sambil mengangguk penuh keyakinan.

“B-Begitu ya… Terima kasih. Kalau begitu, semua latihan itu tidak sia-sia.” Celia terkikik malu-malu.

“Lagi pula, akhir-akhir ini kamu sering belajar cara membuat omelet nasi dari Miharu dan Orphia. Aku merasa terhormat bisa mendapat peran sebagai pencicip makanan. Meskipun begitu, aku punya satu pertanyaan…”

“Hm? Ada apa?”

“Kamu membiarkanku mencicipi semua masakanmu yang lain saat kamu sedang berlatih, jadi kenapa omelet nasi adalah satu-satunya hidangan yang tidak kamu izinkan untuk kuciicipi sampai hari ini?” tanya Rio.

“I-Itu, yah, karena…”

“Karena?”

“Kamu bilang omelet nasi adalah makanan kesukaanmu, jadi…” gumam Celia pelan.

“Hm?” Rio memiringkan kepalanya, tidak bisa menangkap apa yang baru saja dikatakannya.

“O-Omelet nasi adalah makanan kesukaanmu, kan? Makanya aku hanya ingin kamu memakannya setelah aku yakin rasanya enak! Karena aku ingin kamu bilang kalau masakan itu lezat!” seru Celia dengan pipi yang memerah.

Rio terkejut. “J-Jadi itulah alasannya… Terima kasih banyak,” ucapnya sambil tersenyum.

“I-Iya.”

“Ini benar-benar lezat. Aku tidak akan keberatan memakannya setiap hari. Maukah kamu membuatnya lagi untukku?”

…Tentu saja.” Celia menunduk dan mengangguk pelan.

“Hehe.”

Tidak jauh dari sana, beberapa penghuni rumah batu mengamati pemandangan di meja makan itu dengan tatapan hangat.

bonus1
Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted