Hell Mode: Yarikomi Suki No Gamer Wa Haisettei No Isekai De Musou Suru Volume 1 Kata Penutup Bahasa Indonesia
Kata Penutup
Terima kasih banyak telah membeli buku ini. Ini adalah kata penutup. Aku diberitahu bahwa aku bisa menulis tentang apa saja sesukaku, jadi aku berpikir untuk menceritakan bagaimana aku, Hamuo, memutuskan untuk mulai mengunggah karya ke situs web Shosetsuka ni Naro.
Tiga tahun lalu, aku adalah seorang pekerja kantoran yang mendapati dirinya memiliki banyak waktu luang sepulang kerja. Menggunakan waktu tersebut, aku menikmati sejumlah besar manga di platform online setiap bulan. Aku menikmati berbagai macam konten yang sangat luas, tetapi ini adalah masa ketika genre reinkarnasi dan dunia lain—yang secara sehari-hari disebut sebagai “seri isekai”—benar-benar mendominasi industri penerbitan digital. Aku menjadi kecanduan pada genre tersebut dan melahap setiap karya bertema itu yang bisa kutemukan.
Di tengah fase hidupku itu, aku tiba-tiba menemukan Reincarnated as a Dragon Hatchling, sebuah karya yang ditulis oleh Necoco-sensei dan diterbitkan oleh Earth Star Novel. Aku akui bahwa aku tertarik pada sampul depan dan judulnya, lalu membelinya karena mengira itu adalah sebuah manga. Ketika aku membukanya dan semua kata di dalam sana melompat ke arahku, pemikiran pertamanya adalah, “Duh, aku beli barang yang salah!” Namun, aku telanjur mengeluarkan uang yang lumayan untuk itu, salah atau tidak, jadi aku memutuskan untuk membacanya.
Saat itu, sudah cukup lama sejak terakhir kalinya aku membaca novel ringan. Tepatnya, sudah lebih dari dua puluh tahun, jika aku tidak salah ingat. Dan aku benar-benar terpikat sejak halaman pertama. Buku itu sungguh membuatku terpesona. Aku ingat sampai tenggelam dalam bacaan dan merampungkan volume pertama dalam waktu tiga jam, meskipun itu adalah buku yang lumayan tebal.
Lalu aku membeli dan membaca volume kedua, kemudian volume ketiga. Tetapi setelah itu, aku menyadari satu hal: Tidak ada volume keempat.
Apakah itu belum diterbitkan? Apakah dirilis oleh penerbit lain? Apakah itu rilis fisik saja? Aku beralih ke internet untuk mencari informasi. Dan pencariannya membawaku ke Shosetsuka ni Naro. Ini adalah pertama kalinya aku mengunjungi situs tersebut. Dan aku membaca volume keempat itu di sana.
Setelah itu, aku tidak bisa lagi kembali menunggu rilis e-book. Shosetsuka ni Naro praktis menjadi tempat tinggal-ku selama satu setengah tahun berikutnya. Aku menghabiskan waktu berjam-jam membaca karya-karya di situs itu setiap hari. Namun pada akhirnya, aku mulai kesulitan menemukan seri baru yang sesuai dengan seleraku.
Aku berpikir panjang dan keras tentang apa yang harus kulakukan mengenai hal itu. Kesimpulan yang kudapat adalah menulis seriku sendiri. Shosetsuka ni Naro, pada akhirnya, adalah tempat bagi para penulis amatir untuk menerbitkan apa pun yang mereka inginkan. Aku telah membaca ratusan karya pada saat itu. Dengan pemikiran, “Mungkin aku bisa menulis satu juga?” dan “Mungkin aku bisa membuatnya juga?” yang berputar-putar di kepalaku, aku akhirnya mulai mengunggah karyaku sendiri pada musim semi 2019.
Sejak saat itu, melalui banyak coba-coba, aku telah mengunggah dua seri isekai di Shosetsuka ni Naro. Seri kedua adalah buku yang sedang kamu baca ini: Hell Mode. Dan inilah kisah tentang bagaimana aku mulai menulis novel ringan.
Satu-satunya alasan mengapa aku mengikuti kontes Earth Star Award adalah karena kontes tersebut diadakan oleh Earth Star Novel, penerbit yang menginspirasiku untuk mulai menulis di Shosetsuka ni Naro. Penerbit ini sangat berarti bagiku.
Aku ingin mengakhiri kata penutup ini dengan menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah terlibat dalam mewujudkan buku ini. Terima kasih, Earth Star Novel, yang bahkan sampai membuat iklan TV untuk mempromosikan bukuku. Terima kasih banyak juga kepada editor-ku, I-sama, yang dengan sabar membimbingku melalui proses penerbitan buku pertamaku; Mo-sama, ilustrator yang mendesain rupa para karakter dalam cerita; dan Tamura Mutsumi-sama, pengisi suara yang telah menghidupkan Allen dengan memberikannya suara. Rasa terima kasihku tidak bertepi.
Tentu saja, aku juga sangat berterima kasih kepada rekan-rekan kerja yang pengertian dan mendukung, serta kepada kedua orang tuaku yang telah melahirkan dan membesarkanku. Terima kasih banyak, banyak sekali.
Aku sangat berharap dapat terus menulis lebih banyak cerita di masa depan. Mohon terus dukung aku!

Komentar