Futago matomete “kanojo” ni shinai? Volume 2 Twin-Talk! 1 Bahasa Indonesia – Litenovel

Futago matomete “kanojo” ni shinai? Volume 2 Twin-Talk! 1 Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi

Twin-Talk! 1

Persiapan untuk Musim Panas…?

Malam hari, di ruang tamu keluarga Usami,

“Hnnnnngh! Hnnnnngh! Hnnnnng——h!”

Chikage sedang melakukan *push-up* dengan ekspresi putus asa di wajahnya.

“Chii-chan, kamu sedang olahraga?”

“Untuk musim panas…! Mengincar…! Dietss——!” (Daiettsu alih-alih Daietto)

“…Kenapa bentuk jamak?”

Chikage ambruk dengan wajah yang berubah menjadi sangat merah.

Hikari mendudukkan dirinya di sofa di sebelah Chikage dan dengan santai mulai memakan camilan Karikari-kun rasa soda setelah mandi.

“Ayolah! Jangan makan es krim di depan orang yang sedang diet!?” (Daiettā)

“Orang yang sedang diet, ya…”

Hikari menyodorkan Karikari-kun yang ada di tangannya ke arah Chikage sambil tersenyum.

“Mau gigit sedikit? Nih, aah~”

“Baiklah♪ Aah~ Tunggu, jangan! Kubilang jangan!”

“Oh, akal sehat menang di saat-saat terakhir…”

“Karena ini semua demi cinta pada Sakuto-kun!”

“…Maksudmu apa?”

Chikage kemudian dengan mulus menyerahkan sebuah majalah mode wanita edisi khusus 『amam』 kepada Hikari.

“【Rahasia Membuat Tubuh Dicintai yang Memikat Hatinya】?”

“Heh! Dengan ini, aku pasti bisa mendapatkan PERFECT BODY pada musim panas!” (Catatan Penerjemah: Perfect body ditulis dalam huruf Latin)

“Ah, begitu… tapi ini sudah musim panas, dan yang lebih penting, pengucapan bahasa Inggrismu bagus sekali…?”

“Hii-chan, kamu juga harus melatihnya… ugh…”

Chikage mengerang tanpa sadar saat melihat Hikari yang baru saja keluar dari kamar mandi.

Ia mengenakan kamisol dan celana pendek di bagian dalam, tetapi rambutnya yang basah, kulit lembutnya yang bersemu kemerahan, dan sedikit rona kemerahan di seluruh tubuhnya begitu memikat hingga membuat Chikage tanpa sadar menelan ludahnya.

Meskipun mengaku tidak pernah berolahraga, tubuh Hikari tampak kencang sempurna dan memiliki lekuk di tempat-tempat yang tepat.

Sulit dipercaya bahwa mereka adalah anak kembar, karena TUBUH Hikari sekali lagi SEMPURNA hari ini.

“Kenapa… di bagian manakah genku berbeda dari Hii-chan…”

“…Maksudmu apa?”

Saat Chikage duduk dengan putus asa sambil menumpukan kedua tangannya di tanah, Hikari dengan santai mengamati tubuhnya.

Tanpa perlu berlatih sekalipun, proporsi tubuh Chikage tampak sempurna.

Ukuran dadanya satu tingkat lebih besar daripada ukuran dadanya sendiri, dan meskipun tubuhnya berisi, dia sama sekali tidak gemuk.

Chikage hanya kurang percaya diri pada dirinya sendiri.

Sebaliknya, Hikari berpikir bahwa dirinyalah yang mungkin kelebihan berat badan, mengingat baru-baru ini kancing bajunya sampai copot.

“Ngomong-ngomong, tadi kamu hampir mencium Sakuto-kun saat jam istirahat siang, kan?”

Chikage langsung mendongakkan kepalanya dengan terperanjat.

“Kamu jadi berani ya saat aku tidak ada?”

“Itu tadi cuma terbawa suasana saja kok!”

“Terbawa suasana? Aku tadi cuma lihat sebagian saja, jadi aku penasaran. Ceritakan semuanya padaku.”

Chikage tiba-tiba teringat—

“Jantungku langsung berdegup kencang saat dia bilang, 『 Aku akan melindungimu dengan seluruh kemampuanku!』…”

——Dia tidak berkata seperti itu. Separuhnya adalah khayalannya sendiri tentang Sakuto.

“Apaan tuh!? Apa Sakuto-kun benar-benar bilang begitu!? Dia bahkan belum pernah bilang hal seperti itu padaku!”

“Kan? Awalnya aku juga terkejut…”

Jika Sakuto ada di sini, dia mungkin akan menjadi orang yang paling terkejut di antara semuanya.

“Apa lagi, apa lagi!?”

“Sisanya terjadi begitu saja… Ah, rasanya malu sekali kalau dipikir-pikir~~~~…!”

“Chii-chan! Ini penting!”

Saat Chikage merona merah karena malu, Hikari dengan penuh semangat melambaikan tangannya di sampingnya.

“Um, lalu dari tempat Hii-chan menonton… kami saling menatap mata…”

“Ya, ya?”

“Dan saat kami mendekatkan wajah kami…”

“Lalu, lalu!?”

“…Hii-chan menyela kami.”

Melihat kesedihan di mata Chikage, Hikari menjadi pucat pasi seperti Karikari-kun.

“…Aku minta maaf banget.”

“…Mmhm.”

“…Mau makan es krim?”

“…Mmhm. ——Oh, ini stik berhadiah.”

Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted