Seirei Gensouki Volume 27 Epilog: Keputusan Bahasa Indonesia – Litenovel

Seirei Gensouki Volume 27 Epilog: Keputusan Bahasa Indonesia

Reader Settings

Size :
A-16A+
Daftar Isi

Epilog: Keputusan

Di dekat mata air dekat desa kaum roh, Rio tiba-tiba muncul dengan Christina yang berlumuran darah di dalam pelukannya.

“Putri Christina! Apa Anda bisa mendengarku?!” ucapnya, sambil membaringkannya di samping mata air.

“Ugh…” Christina masih memiliki sedikit kesadaran, tetapi kesadaran itu memudar dengan cepat.

“Aku akan segera menyembuhkanmu!” Rio mengatupkan kedua tangannya di atas dadanya yang berlumuran darah dan merapalkan seni roh penyembuhan.

Darahnya tidak mau berhenti…

Namun, semakin dalam lukanya, semakin sulit seni roh penyembuhan bekerja. Hal itu juga membutuhkan lebih banyak waktu. Meskipun waktu tersebut dapat dipangkas oleh keahlian sang pengguna, seni itu tidak bisa menutup luka secara instan. Bahkan untuk pengguna sekelas Rio.

Tidak! Tidak! Aku tidak akan membiarkannya mati!

Rio terus merapalkan seni roh penyembuhan dengan sekuat tenaga.

“Tuan… Amakawa?”

Christina membuka matanya dengan lemah dan menatap wajah Rio dengan tatapan kosong. Entah mengapa, dia mampu melihat Rio meskipun berada di luar penghalang Kerajaan Galarc.

“Apa kamu tahu siapa aku?” tanya Rio dengan mata terbuka lebar.

Seseorang tiba-tiba muncul di belakangnya dan berbicara. “Aturan dewa berlaku pada jiwa. Fakta bahwa dia mengingatmu berarti dia hampir mati. Itu juga berarti begitu kuat perasaan yang dia miliki untukmu.”

“…”

Rio tahu siapa itu tanpa harus menoleh. Namun, yang dia lakukan hanyalah mengerutkan kening dan mengabaikannya.

Pengobatannya berlanjut dalam keheningan, hingga—

“Apa aku… sedang bermimpi?” tanya Christina dengan senyuman tipis, tatapannya sudah tidak fokus.

“Kumohon jangan bicara. Aku sedang menyembuhkanmu.”

“Aku ingin melihatmu. Aku merasa kesepian… melupakanmu…”

Tidak jelas apakah kata-katanya sampai kepadanya. Dia mungkin hanya mengatakan apa pun yang ingin dia katakan di ambang kematian. Namun tetap saja, jelas bahwa Christina bisa mengenalinya.

“Aku senang bisa melihatmu… sebelum aku mati…”

Dia perlahan mengangkat tangannya untuk menyentuh pipi Rio.

“Kau tidak akan mati! Aku akan menyembuhkanmu sekarang!” jerit Rio dengan suara lantang, tetapi kehidupan perlahan memudar dari wajah Christina setiap detiknya.

“Aku punya satu permintaan terakhir…”

Suaranya berangsur-angsur menjadi semakin serak.

“Jangan katakan itu yang terakhir! Aku akan mendengarkan berapa pun permintaanmu setelah aku menyelamatkanmu!” teriak Rio dengan putus asa.

“Peluk aku…”

Apa yang dikatakan Christina barusan adalah keinginan terakhirnya sebelum ajal menjemput.

“…!”

Kemungkinan besar dia akan mengembuskan napas terakhirnya kapan saja. Seni roh penyembuhan tidak bisa menyelamatkannya. Wajah Rio mengernyit sedih saat menyadari hal itu. Dia kemudian dengan lembut mengangkat Christina ke dalam pelukannya dan memeluknya. Sekalipun itu berarti dia harus menghentikan penyembuhannya yang tidak ada gunanya, dia memprioritaskan untuk mengabulkan permintaannya.

“Aku bahagia…”

Christina tersenyum malu-malu, terlihat sangat bahagia. Kemudian, karena permintaannya telah dikabulkan, seluruh kekuatan terkuras dari tubuhnya.

“Christina Beltrum sudah meninggal,” kata Lina kepada punggung Rio.

“…”

Rio perlahan membaringkan kembali tubuh Christina seolah-olah ingin mengatakan itu adalah kebohongan. Dia terus mengeluarkan seni roh penyembuhan dengan ekspresi mengerikan bagaikan iblis.

insert8

“Kau sudah tahu. Ini sudah terlambat.”

“Tolong diamlah.”

“Seni roh tidak bisa menghidupkannya kembali.”

“Tolong diam!” teriak Rio dengan marah kepada Lina di belakangnya, tetapi wanita itu tidak mau diam.

Namun Lina tidak tinggal diam. “Tetapi jika kau menjadikannya muridmu, dia akan mendapatkan kembali kehidupannya. Dia bisa hidup sebagai Christina saja.”

“…” Rio dengan keras kepala terus mengerahkan seni roh penyembuhan.

“Kau tahu caranya, kan?” tanya Lina begitu saja.

Daftar Isi

Komentar

guest
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted